MARAH
Apa yang Harus Dilakukan?
Pada prinsipnya, emosi marah tidak dapat ditekan, dikesampingkan atau diabaikan begitu saja. Semakin berusaha untuk ditekan, semakin hal itu akan mengendalikan perilaku Anda dan semakin merusak hubungan Anda dengan orang lain. Namun, Anda tidak dapat pula menghindari, mengesampingkan atau melenyapkan hal-hal atau orang-orang yang membuat Anda marah. Tetapi, Anda dapat belajar untuk mengendalikan reaksi terhadap hal-hal tersebut.
Tip-tip di bawah ini adalah mengenai bagaimana Anda bisa mengendalikan reaksi Anda tersebut dari dalam diri, tanpa mengganggu-gugat faktor eksternal seperti keadaan, situasi, dan orang-orang lain yang secara harafiah tidak dapat kita kendalikan.
Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Mengubah cara pikir.
Belajar mengendalikan reaksi Anda berarti mengubah cara berpikir dan memandang hal-hal yang membuat Anda marah. Contoh, apabila berhadapan dengan lalu lintas yang menyebalkan, daripada berpikir -bahwa hal tersebut merusak seluruh agenda Anda hari itu, Anda dapat menggantinya dengan pikiran bahwa hal itu memang keterlaluan, tetapi bukan berarti kiamat karena semua orang juga mengalami hal serupa.
2. Berpikir secara proporsional dan dengan perspektif yang benar.
Ingatkan diri Anda setiap kali Anda marah, bahwa kondisi yang ada atau orang-orang lain tidak selalu bermaksud ingin menyakiti Anda. Hal itu akan membantu Anda untuk berpikir secara proporsional dan dalam perspektif yang benar. Ingat bahwa kecenderungan internal (sperti mood, ingatan) Anda juga memainkan peranan dalam rasa marah Anda.
3. Segala sesuatu bersifat relatif.
Sikap menuntut, memaksa, dan merasa diperlakukan tidak adil atau tidak sepatutnya juga perlu dipandang sebagai sesuatu yang tidak mutlak. Keadilan, kepatutan bersifat sangat relatif, tergantung pada siapa dan dari sudut mana memandangnya. Hal itu perlu dilakukan, agar toleransi kita terhadap hal-hal tersebut bukan lagi suatu masalah.
4. Memahami hal-hal yang “tidak tertulis”
Kadangkala kita perlu memahami hal-hal di balik yang terlihat. Seorang atasan yang berlaku tidak adil mungkin sekali karena ia mendapat tekanan dari atasannya. Seorang yang berlaku tidak sopan dalam mengendarai kendaraannya mungkin sedang terburu waktu.
5. Berdamai dengan diri sendiri.
Pada akhirnya kita harus memaafkan kesalahan dan kekurangan kita sendiri. Adalah manusiawi, bila seseorang tidak dapat menahan rasa marahnya. Bahkan, memendamnya, mengabaikannya merupakan suatu tindakan destruktif yang perlu dihindari. Yang perlu kita lakukan adalah bertindak asertif, tanpa menyakiti hati orang lain.
Kita tidak bisa menghilangkan rasa marah, dan juga bukan ide yang baik untuk menghilangkan rasa marah. Hidup penuh dengan peristiwa-peristiwa yang membuat frustrasi, rasa sakit, dan hal-hal yang tidak dapat diramalkan. Anda tidak dapat mengubahnya, tetapi Anda dapat mengubah bagaimana kejadian-kejadian tersebut dapat mempengaruhi Anda.
Sumber: Mengendalikan Marah oleh Dra Ira Petranto, MM Psikolog




